Cerita Cinta Romantis Segitiga

cerita-cinta-romantis-segitiga

Cerita Cinta Romantis Segitiga – Mau menentukan satu atau dua, aku pun tak tahu, makna ini berlangsung pada diriku yang di apit oleh 2 wanita aku mencintainya dan yang lain mencintaiku. Hal ini jadi pengalaman hidupku yang tidak serupa dari yang lain, dikarenakan pada akhirnya aku kudu menikahi 2 wanita.

Cerita Cinta Romantis Segitiga

cerita-cinta-romantis-segitiga

matome-tf – Perkenalkan namaku Anto, seorang Wirausaha Kriya Batik, memiliki pacar bernama Astia. Perempuan yang pertama kali membuatku jatuh hati, dikarenakan hatinya yang baik, cantik dan dermawan.

Hubunganku berlangsung bersama dengan baik selama 2 tahun, hingga pada suatu hari datanglah orang ke-2 yang akan mengubah hidupku. Fina, seorang fanatik batik, kecintaannya pada batik benar-benar tinggi.

Fina selamanya berkunjung ke galeri batikku tiap-tiap Minggu, untuk belajar dan memotret hasil batik. Pertemuanku bersama dengan Fina berlangsung sesudah Minggu ke 5, sementara diriku tidak sengaja menabrak Fina yang tengah memotret hasil kriya batik.

Awalnya tidak tersedia perihal yang terjadi, seluruh normal. Lalu keesokan harinya tidak benar satu karyawanku menemuiku dan mengemukakan tersedia yang mengidamkan bertemu, dan aku perbolehkan.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Situs Casino

Setelah sebagian menit kemudian dia mengetuk pintu dan dibuka. Alangkah terkejutnya dia dikarenakan yang ditemuinya adalah orang yang tidak sengaja menabraknya di Aula. Fina, berniat menemuiku untuk beroleh izin untuk melakukan belajar banding ditempatku, bersama dengan menyerahkan sebagian berkas yang diperlukan.

Awalnya aku tak tahu bahwa Fina menatapku, dikarenakan saking fokusnya membaca berkas. Sesekali pandangannya turun layaknya malu-malu. Lalu Astia masuk membawakan teh untuk kami berdua, dan bertanya kepadaku berkas apa yang tengah kubaca.

Setelah kujelaskan, dia pergi meninggalkan kami berdua. Entah apa yang difikirkan FIna. Dia bertanya kepadaku siapa Astia. Kujawab kami adalah pasangan kekasih, dan Fina yang tengah mengidamkan meminum teh tersedak, kutolong dia bersama dengan menepuk pundaknya.

Ya untungnya tidak berlangsung apa-apa. Hanya saja yang berlangsung selanjutnya lebih aneh lagi. Keesokan harinya dipagi hari Fina berkunjung kerumah, entah bagaimana dia bisa tahu alamat rumahku. Karena aku tidak beri tambahan alamat kepada sembarang orang.

Dengan muka tersipu malu dia mengungkap perasaan terdalamnya. Bahwa dia menyukaiku, dan mencintaiku. Aku sempat tertegun mendengar katanya. Apa ini, apa yang tengah terjadi.

Tiba tiba tersedia seorang perempuan yang tiba tiba berkunjung tunjukkan perasaannya kepadaku. Rasanya tidak mirip layaknya sementara aku tunjukkan perasaanku pada Astia. Rasanya diriku sudah melakukan perihal yang salah.

Malam harinya, kencan bersama dengan Astia berlangsung jalan berkeliling alun alun kota. Benar benar bahagia diriku, dan tetap terngiang ditelinga ucapan Fina, apa yang kudu kulakukan kalau Astia tahu bahwa tersedia perempuan lain yang menyukaiku.

Ku tak berani mengungkap perihal tersebut hingga tiba-tiba, muncullah Fina di depan kami alangkah terkejutnya diriku, dikarenakan tak tersedia suara. Sepertinya dia membuntutiku dan Astia. Astia bertanya mengapa dia mengikuti kami berdua.

Fina pun berterus terang kepada Astia. Alangkah kagetnya diriku dia berani mengungkap rasa cintanya padaku didepan kekasihku. Semakin anehnya, justru Astia beri tambahan senyuman dan berbicara kepadaku, bahwa tidak baik menolak.

Aku bertanya kepada Astia apakah kau yakin aku boleh mempunyai 2 kekasih sekaligus. Astia pun bersama dengan senyum, menjelaskan tidak masalah, yang mutlak kau yang bertanggung jawab.

Alangkah baiknya Astia membuatku tambah mencintainya. Dan pada pada akhirnya kami berlangsung bertiga. Ini merupakan pengalaman pertamaku yang tak bisa kulupakan, disaat perempuan yang kucintai merelakan cintanya di bagi 2.

Dan kali ini aku memiliki tanggung jawab lebih dari 1. Yang pertama aku menikahi Astia, dan yang ke-2 Fina. Sejak sementara itu hidup kami dipenuhi harmoni dibandingkan pertikaian.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *