Cerita Romantis Labu Hitam

cerita-romantis-labu-hitam

Cerita Romantis Labu Hitam – “Kenapa.. kenapa perlu kamu” nada serak Rani dari dalam, “Pergilah.. PERGI!!!”
Dengan kecewa Pian menutup pintu kamar, dan meninggalkan Rani yang tersegukan di dalam.
“Apa salahku, anda lebih-lebih tidak mendengar penjelasanku”
Pian melangkah jauh dari kamar, menggenggam erat pergelangan tangan kirinya menghambat emosi yang sudah memenuhi dirinya.

Cerita Romantis Labu Hitam

cerita-romantis-labu-hitam

matome-tf.com – Pian duduk merenung, mengingat ulang kenangan yang sudah dialami dengan Rani.
“Ran.. genggam tanganku atau anda dapat terjatuh”
Rani tersipu mendengar perkataan dari Pian, sosok laki laki yang sah sudah menjadi suaminya minggu lalu. Hari ini mereka tetap mengambil cuti bulan madu, di matanya Pian merupakan sosok tegas dan baik, judibolalive99 pria yang tampan dan terhitung dermawan, memicu Rani terlalu terlalu mencintainya.

“Mungkin saya sebetulnya egois, harusnya saya mendengar penjelasan mas Pian dulu”
Rani beranjak dari kasurnya, menyekat semua air matanya, meyakinkan diri memberanikan diri untuk mendengar penjelasan dari Pian.

“Mas..”, Suara Rani dari seberang membuyarkan lamunan Pian, “Maaf..”
Pian tersenyum tipis waktu melihat istri cantiknya itu, piyama yang dia pakai terlalu cocok dengan tubuh pendeknya, rambut yang lurus tingkatkan keseksiannya, meski keluar berantakan tetapi Rani tetap cantik di mata Pian.

Pian menjelaskan semuanya, perihal pesan masuk dari kawan perempuannya, dan apa yang Rani melihat Jumat siang tadi di pusat perbelanjaan.

“Maaf mas..”, jawab Rani sembari memeluk Pian erat erat.
“Ya.. maafkan mas terhitung tidak memberitahumu lebih awal”, mengelus punggung Rani yang kecil.
“Mas dapat tidak dapat pernah mengecewakan anda lagi”, mengacak rambut Rani, memicu wangi harum rambut Rani menari nari di kurang lebih penciumannya. Ingin menciumnya.

Tangan kanannya menyentuh dagu Rani, mengangkat sedikit kepala Rani, menatap Rani dengan lekat lekat, sedikit demi sedikit jarak pada mereka tidak terlihat, muka masing masing pasangan itu sudah terlalu dekat, mereka dapat merasakan hawa panas nafasnya masing masing.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *