Cerita Romantis Mawar Putih

cerita-romantis-mawar-putih

Cerita Romantis Mawar Putih – Aku mawar, aku adalah seorang gadis yang tinggal di sebuah rumah sewaan yang terdapat tidak jauh berasal dari tempatku bekerja, aku bekerja di tidak benar satu toko roti dan pergi bekerja pukul 12 siang dan pulang pukul 7 malam.

Cerita Romantis Mawar Putih

cerita-romantis-mawar-putih

matome-tf.com – Pada suatu malam pas aku pulang bekerja, aku menyaksikan setangkai bunga mawar putih di kursi depan rumahku, karena penasaran aku pun menyita mawar putih itu “wah ternyata bunganya tetap fresh dan terlalu harum” aku berkata sambil menyaksikan di lebih kurang untuk memastikan bahwa mawar putih itu tidak tersedia pemiliknya. Setelah percaya kemudian aku masuk ke didalam rumah bersama membawa bunganya lalu meletakkan bunga itu di didalam vas yang berisi air sehingga tidak layu.

Keesokan harinya aku berangkat kerja layaknya biasa terhadap siang hari tapi tidak judibolalive99 pas pulang karena kawan kerjaku malam itu minta untuk pulang khususnya dahulu karena dia terdesak oleh urusan keluarga, menjadi dua jam terakhir bekerja aku sendirian di toko itu hingga jam tutup toko tiba.

Sebelum tutup tersedia seorang pelanggan laki-laki yang singgah untuk belanja sebagian roti berselai coklat, pas dia membayar belanjaannya di kasir tercium olehku bau parfumnya yang begitu wangi lalu hatiku berkata “wah ini cowok telah ganteng wangi lagi”, sesudah membayar pelanggan itu pergi dan aku bergegas bersih-bersih lalu langsung menutup toko.

Aku hingga di rumah lebih kurang pukul 8 malam karena perlu menutup toko sendirian, sesampainya di rumah aku lagi menyaksikan setangkai mawar putih di kursi depan rumahku “kayanya tersedia yang sengaja meletakkan bunga ini, kenapa tiap-tiap malam tersedia disini” aku berkata sambil menyaksikan di sekeliling dan mencium bunga yang memiliki wangi yang mirip layaknya bunga mawar putih yang ku mampu sebelumnya, tanpa menyita pusing karena capek bekerja, aku masuk ke didalam rumah dan membawa setangkai mawar putih lalu meletakkan di didalam vas sejalan bersama bunga yang kudapat tempo hari malam. Aku membersihkan diri, berubah baju dan pergi ke kamar untuk tidur.

Pada hari sabtu aku tidak pergi bekerja karena mendapat jadwal off menjadi aku memiliki rencana untuk pergi berjalan-jalan isikan liburan kerja hari ini, terhadap siang hari aku pergi ke mall untuk lihat bioskop bersama Rina, ia adalah kawan masa kecilku dan kami tetap berteman akrab hingga sekarang. Setelah lihat bioskop aku dan Rina makan siang kemudian mengitari mall untuk menggunakan pas bersama.

Rina bertanya “way, anda libur kerja kok jalan mirip aku? Pacarmu mana? Hehe” (way adalah panggilan Rina padaku pas tetap kecil), “ih nana mah nanya nya gitu, aku mana tersedia memiliki pacar” (nana adalah panggilanku bikin Rina pas tetap kecil) kemudian kami tertawa bersamaan, “yuk ah, jalan” aku menggandeng Rina lalu kami terjadi kembali.

Pukul 9 malam kami pulang, Rina ikut bersamaku karena ia akan menginap di rumahku malam ini, sesampainya di depan rumah lagi-lagi aku mendapat setangkai bunga mawar putih di atas kursi, tetap bersama wangi yang sama, “bunga berasal dari siapa way? Wangi banget ih. Ciee mawayyy” Rina bertanya bersama bercanda, “aku juga gak tau na, sebagian hari ini tetap tersedia bunga mawar putih di kursi ini tiap-tiap aku pulang kerja mirip layaknya hari ini” jelasku, “dari penggemarmu kemungkinan way, kali aja jodoh hehe” Rina lagi bercanda, sambil membawa bunga itu aku dan Rina masuk ke didalam rumah “boro-boro jodoh na, wujudnya orang yang kasih bunga aja aku gak tau?” lalu kami tertawa.

Saat Rina telah terlelap tidur, aku tetap di ruang tamu untuk lihat drama kesukaanku yang tayang di tv kemudian terdengar nada benda jatuh berasal dari luar rumah lalu aku lekas berdiri dan pergi terlihat untuk menyaksikan tersedia apa di luar, tapi sesudah tiba di luar aku tidak menyaksikan tersedia satu orang pun di sana bahkan untuk orang lalu lalang pun tidak terlihat, jadi tidak mendapatkan apa-apa lalu aku lagi ke didalam rumah dan lihat tv hingga tertidur.

Keesokan harinya Rina pulang pagi-pagi sekali karena ia perlu pergi bekerja, aku mengantar Rina hingga ke jalan raya untuk melacak angkot, sesudah ia pergi aku lagi ke rumah, pas hampir hingga di rumah aku terperanjat menyaksikan seorang laki-laki menaruh setangkai bunga di atas kursi depan rumahku. Tapi aku diam saja dan tidak menegur laki-laki itu karena aku tidak mau mengagetkannya dan membuatnya pergi, aku bergerak mundur sedikit berasal dari tempatku berdiri dan bersembunyi di belakang pohon besar sehingga tidak terlihat olehnya, wajah laki-laki tidak jelas terlihat karena ia Mengenakan topi dan tetap menundukkan kepala.

Setelah meletakkan bunga di kursi laki-laki itu pergi bersama cepat berasal dari rumahku, aku bergegas menghampiri kursi lalu menyita bunga itu “wanginya sama, ternyata laki-laki itu yang memberiku bunga tiap-tiap hari” kuucap didalam hati.

Aku masuk ke didalam rumah bersama perasaan heran “kenapa dia meletakkan bunga itu di luar terhadap pagi hari bukan terhadap malam hari layaknya biasanya. Kenapa?” aku pun bertanya-tanya seorang diri.

Pada pas aku pulang bekerja di didalam perjalanan aku dihadang oleh sekumpulan anak muda yang nongkrong di depan gang kecil bersama sebagian botol minuman keras yang terlihat di sudut gang, mereka menghalangi jalanku, menggoda hingga berusaha menyentuhku, aku pun jadi terganggu bersama perbuatan mereka dan berkata “yaaaaa, jangan menghalangi jalanku! Minggir atau aku akan teriak?”, mereka bukannya berhenti menggangguku malah tambah menjadi-jadi. Lalu aku berusaha melawan mereka, disaat yang sejalan singgah seorang laki-laki mehampiriku lalu memegang tanganku dan berkata terhadap sekumpulan anak muda itu “kalian semua lawan aku, kecuali kalian kalah aku akan laporkan kalian ke polisi karena telah meresahkan warga dan mabuk-mabukan”, mendengar perkataannya anak-anak muda itu berlahan pergi sambil berkata-kata kasar bersama nada pelan tapi tidak dipedulikan oleh laki-laki yang telah menolongku itu, dia cuma tersenyum dan mengantarkanku hingga pulang ke rumah.

“Kita telah sampai, ini rumahku dan anda telah mampu melepaskan tanganku sekarang” ucapku sambil tersenyum karena memang selama perjalanan pulang ia terus memegang tanganku, kemudian ia melepaskan tanganku “aku permisi ya, gak usah bilang makasih”, “hah” aku heran, ia tersenyum lalu terjadi pergi meninggalkan rumahku, sesekali dia menoleh ke belakang melambaikan tangan ke arahku dan aku membalas melambaikan tangannya bersama rasa heran.

Saat aku berubah baju tidak sengaja tanganku mengenai wajahku “wangi ini?” lalu aku mencium kedua tanganku, ternyata berasal dari tanganku tersedia wangi parfum yang mirip layaknya wangi bunga mawar putih yang sering kudapat di depan rumah “ah ini” aku langsung menghampiri vas bunga untuk memastikan bahwa wangi di tanganku dan di bunga mawar adalah wangi parfum yang mirip dan itu benar.

Rasa curigaku pun tambah kuat, tiap-tiap hari aku melacak laki-laki yang menolongku tempo hari, aku bertanya terhadap tiap-tiap orang yang kutemui tapi tidak tersedia satu pun yang mengenalnya. Hingga terhadap kelanjutannya tidak tersedia bunga mawar putih di depan rumahku lagi sesudah aku bersua bersama laki-laki penolong itu.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *